Efusi Pleura

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Efusi pleura merupakan penyakit sauran pernapasan. Penyakit ini bukan merupakan suatu disease entity tetapi merupakan suatu gejala penyakit yang serius yang dapat mengancam jiwa penderita (WHO).

Secara geografis penyakit ini tersdapat diseluruh dunia bahkan menjadi masalah utama di negara – negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Hal ini disebabkan karena faktor lingkungan di Indonesia. Penyakit efusi pleura dapat ditemukan sepanjang tahun dan jarang dijumpai secara sporadis tetapi lebih sering bersifat epidemikk di suatu daerah.

Pengetahuan yang dalamtentang efusi pleura dan segalanya merupakan pedoman dalam pemberian asuhan keperawatan yang tepat. Disamping pemberian obat, penerapan proses keperawatan yang tepat memegang peranan yang sangat penting dalam proses penyembuhan dan pencegahan, guna mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat efusi pleura.

B. TUJUAN PENULISAN

Penulisan makalah ini bertjuan untuk:

1. Mengetahui pengertian efusi pleura

2. Mengetahui etiologi penyakit efusi pleura

3. Untuk mengetahui tanda dan gejala yang muncul pada pasien efusi pleura

4. Mengetahui patofisiologi efusi pleura

5. Mengetahui langkah – langkah proses keperawatan yang dilakukan pada pasien efusi pleura

Lanjutkan membaca

Peritonitis

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Peritoneum terdiri dari dua bagian yaitu peritoneum paretal yang melapisi dinding rongga abdomen dan peritoneum visceral yang melapisi semua organ yang berada dalam rongga abdomen. Ruang yang terdapat diantara dualpisan ini disebut ruang peritoneal atau kantong peritoneum. Pada laki-laki berupa kantong tertutup dan pada perempuan merupakan saluran telur yang terbuka masuk ke dalam rongga peritoneum, di dalam peritoneum banyak terdapat lipatan atau kantong. Lipatan besar (omentum mayor) banyak terdapat lemak yang terdapat disebelah depan lambung. Lipatan kecil (omentum minor) meliputi hati, kurvaturan minor, dna lambung berjalan keatas dinding abdomen dan membentuk mesenterium usus halus.

Fungsi peritoneum :

1. Menutupi sebagian dari organ abdomen dan pelvis

2. Membentuk pembatas yang halus sehinggan organ yang ada dalam rongga peritoneum tidak saling bergesekan

3. Menjaga kedudukan dan mempertahankan hubungan organ terhadap dinding posterior abdomen

4. Tempat kelenjar limfe dan pembuluh darah yang membantu melindungi terhadap infeksi.

B. TUJUAN

Setelah membaca makalah ini, pembaca diharapkan mampu:

1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan peritonitis

2. Mengetahui apa saja penyebab peritonitis

3. Memahami dan mengerti tanda dan gejala peritonitis

4. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan kasus peritonitis

Lanjutkan membaca

Sirosis Hepatik

BAB I

PENDAHULUAN

 

I. LATAR BELAKANG

Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia di dalam hati terjadi proses-proses penting bagi kehidupan kita. yaitu proses penyimpanan energi, pengaturan metabolisme kolesterol, dan peneralan racun/obat yang masuk dalam tubuh kita. sehingga dapat kita bayangkan akibat yang akan timbul apabila terjadi kerusakan pada hati.

Sirosis hepatis adalah suatu penyakit di mana sirkulasi mikro, anatomi pembuluh darah besar dan seluruh system arsitekture hati mengalami perubahan menjadi tidak teratur dan terjadi penambahan jaringan ikat ( firosis ) di sekitar paremkin hati yang mengalami regenerasi.

Sirosis didefinisikan sebagai proses difus yang di karakteristikan oleh fibrosis
dan perubahan strukture hepar normal menjadi penuh nodule yang tidak normal.

Peradangan sel hati yang luas dan menyebabkan banyak kematian sel menyebabkan banyaknya terbentuk jaringan ikat dan regenerasi noduler dengan berbagai ukuran yang di bentuk oleh sel paremkim hati yang masih sehat.
Akibatnya bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena pota yang akhirnya menyebakan hipertensi portal.

Di negara maju, sirosis hati merupakan penyebab kematian terbesar ke tiga pada pasien yang berusia 45 – 46 tahun ( setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker ).

Di seluruh dunia sirosis menempati urutan ketujuh penyebab kematian, 25.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit in. sirosis hati merupakan penyakit hati yang sering di temukan dalam ruangan perawatan bagian penyakit dalam.
di indonesia sirosis hati lebih sering di jumpai pada laki – laki dari pada perempuan. dengan perbandingan 2 – 4 : 1.

 

Peran dan fungsi perawat adalah memberi penyuluhan kesehatan agar mayakakat dapat mewaspadai bahaya penyakit sirosis hepatis . Sedangkan peran perawat dalam merawat pasien dengan penyakit sirosis hepatis adalah mencakup perbaikan masukan nutrisi klien, membantu klien mendapatkan citra diri yang positif dan pemahaman dengan penyakit dan pengobatanya.

II. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Tujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah diperoleh gambaran secara nyata dalam merawat pasien dengan sirosis hepatis.

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari pembuatan makalah ini adalah :

v Mampu melakukan pengkajian secara menyeluruh pada klien dengan sirosis hepatis.

v Mampu mengidentifikasi masalah keperawatan yang muncul pada klien dengan sirosis hepatis.

v Mampu membuat rencana tindakan keperawatan pada klien dengan sirosis hepatis.

v Mampu melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan sirosis hepatis.

v Mampu melakukan evaluasi atas tindakan yang telah dilakukan.

v Mampu mendokumentasikan asuhan keperawatan klien dengan sirosis hepatis.

Lanjutkan membaca

Urolitiasis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Batu ginjal merupakan batu saluran kemih (urolithiasis), sudah dikenal sejak zaman Babilonia dan Mesir kuno dengandiketemukannya batu pada kandung kemih mummi. Batu saluran kemih dapat diketemukan sepanjang saluran kemih mulai dari sistemkaliks ginjal, pielum, ureter, buli-buli dan uretra.

Batu ini mungkin terbentuk di di ginjal kemudian turun ke saluran kemih bagian bawah atau memang terbentuk di saluran kemih bagian bawah karena adanya stasis urine seperti pada batu buli-buli karena hiperplasia prostat atau batu uretra yang terbentu di dalam divertikel uretra.

Penyakit batu saluran kemih menyebar di seluruh dunia dengan perbedaan di negara berkembang banyak ditemukan batu buli-bulisedangkan di negara maju lebih banyak dijumpai batu saluran kemih bagian atas (ginjal dan ureter), perbedaan ini dipengaruhi statusgizi dan mobilitas aktivitas sehari-hari.

Angka prevalensi rata-rata di seluruh dunia adalah 1-12 % penduduk menderita batu salurankemih.Penyebab terbentuknya batu saluran kemih diduga berhubungan dengan gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi salurankemih, dehidrasi dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik).

1.2 Tujuan

1. Memahami pengertian, penyebab, jenis, serta tanda dan gejala yang muncul pada penyakit Batu Ginjal.

2. Menggunakan proses keperawatan sebagai kerangka kerja untuk perawatan pasien penderita Batu Ginjal.

3. Menguraikan prosedur perawatan yang digunakan untuk pasien penderita Batu Ginjal.

Lanjutkan membaca

Body Image

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Konsep diri sangat diperlukan untuk dapat memahami tentang manusia dan perilakunya. Tidak ada dua orang menusia sekalipun yang mempunyai konsep diri yang sama. Konsep diri muncul dan atau dipelajari berdasarkan pengalaman internal masing-masing individu, hubungan dengan orang lain, dan interaksi dengan dunia luar. Karena konsep diri merupakan bingkai atau frame bagi seseorang untuk berinteraksi dengan dunia, maka hal ini sangat mempengaruhi perilaku seseorang (Stuart dan Laraia, 2005). Konsep diri adalah sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Individu dengan konsep diri yang positif akan menjadi lebih baik dan mampu mengembangkan dan memelihara hubungan antar sesama individu lainnya. Konsep diri memberi perasaan kontinuitas, lengkap/utuh dan kemantapan pada seseorang. Konsep diri yang sehat merupakan tingkatan tinggi dari kestabilan seseorang dan menyebabkan perasaan positif atau negatif terhadap dirinya di kemudian hari.

Konsep diri yang positif, memungkinkan seseorang untuk menemukan kebahagiaan dalam hidup, dan juga untuk mengatasi kekecewaan dan perubahan hidup. Kegagalan untuk mencapai suatu konsep diri yang positif merupakan kendala utama di dalam perawatan. Salah satu tanggung jawab utama perawat adalah mengidentifikasi konsep diri yang negatif dan untuk membantu dalam mengembangkan pandangan yang positif yang lebih dari diri klien. Orang-orang dengan konsep diri yang tidak sehat menyatakan perasaan tidak berharga, perasaan dibenci, dan selalu merasakan kesedihan yang mendalam dan juga mudah putus asa.

2. Tujuan

1. Tujuan Umum

Tujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah diperoleh gambaran secara nyata dalam merawat pasien dengan gangguan body image.

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari pembuatan makalah ini adalah

  • Mampu mengidentifikasi masalah keperawatan yang muncul pada klien dengan gangguan body image.
  • Mampu melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan body image.
  • Mampu melakukan evaluasi atas tindakan yang telah dilakukan.
  • Mampu mendokumentasikan asuhan keperawatan klien dengan body image.

Lanjutkan membaca

Infark Miokard Akut (IMA)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Infark Miokard Akut (IMA) merupakan nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. Hal ini selalu terjadi akibat penyumbatan total arteri koronaria oleh trombus yang terbentuk pada plaque aterosklerosis yang tidak stabil, juga sering mengikuti ruptur plaque pada arteri koroner. Terjadinya trombus disebabkan oleh rupturnya plaque tersebut.

Infark miokard yang mengenai endokardium sampai epikardium disebut sebagai infark transmural. Kerusakan miokard dapat mengenai endokardium sampai epikardium dan menjadi komplit dan irreversibel dalam 3 – 4 jam, hal ini kadang – kadang belum selesai karena proses remodelling miokard yang mengalami injury terus berlanjut sampai beberapa minggu atau bulan karena daerah infark meluas dan daerah non infark mengalami dilatasi.

Adapun gambaran distribusi, umur, geografi, jenis kelamin dan faktor resiko IMA sesuai denagn angina pektoris atau Penyakit Jantung Koroner pada umumnya. IMA merupakan penyebab kematian tersering di AS. di Indonesia sejak sepuluh tahun terakhir IMA lebih sering ditemukan, apalagi dengan adanya fasilitas diagnostik dan unit-unit perawatan penyakit jantung koroner intensif yang semakin tersebar merata. Kemajuan dalam pengobatan IMA di unit perawatan jantung koroner intensif yang semakin tersebar merata. Kemajuan dalam pengobatan IMA di unit perawatan jantung koroner intensif berhasil makin menurunkan angka kematian IMA.

B. TUJUAN

ü Mengetahui pengertian IMA

ü Mengetahui Etiologi IMA

ü Mengetahui tanda dan gejala IMA

ü Mengetahui patofisiologi IMA

ü Mengetahui pemeriksaan penunjang pada pasien dengan IMA

ü Mengetahui komplikasi yang dapat terjadi pada pasien IMA

ü Dapat menyusun rencana asuhan keperawatan pasien dengan IMA

Lanjutkan membaca

Kehilangan dan Berduka

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.1.1 Distress Spiritual

Hubungan keyakinan dengan pelayanan kesehatan kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Apabila seseorang dalam keadaan sakit, maka hubungan dengan tuhannya pun semakin dekat, mengingat seseorang dalam kondisi sakit menjadi lemah dalam segala hal, tidak ada yang mampu membangkitkannya dari kesembuhan, kecuali sang pencipta. Dalam pelayanan kesehatan, perawat sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan spiritual. Perawat dituntut mampu memberikan pemenuhan yang lebih pada saat pasien kritis atau menjelang ajal. Dengan demikian, terdapat keterkaitan antara keyakinan dengan pelayanan kesehatan, dimana kebutuhan dasar manusia yang diberikan melalui pelayanan kesehatan tidak hanya berupa aspek biologis, tetapi juga aspek spiritual. Aspek spiritual dapat membantu membangkitkan semangat pasien dalam proses penyembuhan.

1.1.2 Aspek Kehilangan dan Berduka

Lahir, kematian dan kehilangan adalah kejdian yang universal dan kejadian yang sifatnya unik bagi setiap individu dalam pengalaman hidup. Kehlangan dan berduka merupakan istilah yang dalam pandangan umum berarti sesuatu yang enak atau nyaman untuk dibicarakan. Hal ini dapat disebabkan karena kondisi ini lebih banyak melibatkan emosi dan yang bersangkutan atau disekitarnya.

Dalam perkembangan masyarakat dewasa ini, proses kehilangan dan berduka sedikit demi sedikit mulai maju. Dimana individu yang mengalami proses ini ada keinginan untuk mencari bantuan kepada orang lain. Perawat bekerja sama dengan pasien yang mengalami berbagai tipe kehilanga dan membantu pasien untuk memahami dan menerima kehilangan dalam konteks kultur mereka sehingga kehidupan mereka dapat berlanjut.

Lanjutkan membaca